
Kerah Penyambung Nyawa
Setiap musim, para peternak di beberapa daerah di Afrika Selatan kehilangan hingga 40 persen ternak yang baru lahir karena dimangsa anjing hutan. Hal ini bukan hanya mengakibatkan kerugian finansial, melainkan juga meledaknya populasi anjing hutan. Upaya-upaya untuk menyingkirkan anjing hutan terbukti tidak berhasil dan bahkan membahayakan satwa liar lainnya. Tetapi, jalan keluar yang cerdik telah dirancang dan digunakan pada tahun-tahun belakangan ini. Jalan keluarnya ialah kerah domba yang tidak terlalu kaku, dapat disesuaikan, bisa digunakan kembali, dan tidak membatasi ruang gerak domba atau membahayakan anjing hutan. Alat ini hanya mencegah agar domba tidak digigit sampai mati. Menurut surat kabar Natal Witness, para peternak yang menggunakan kerah ini ”telah melaporkan bahwa masalah dimangsanya ternak mereka oleh anjing hutan sudah tuntas dengan segera dan permanen”. Dan, karena makanan anjing hutan terbatas hanya pada serangga, binatang pengerat, dan bangkai, jumlah mereka kian merosot.
Lebah Pengebor Kayu
Lebah ichneumon memiliki organ pengeram yang dapat ”mengeras karena mengandung mangan atau seng yang terionisasi”, lapor National Geographic. Lebah tersebut menggunakan perkakas logamnya ini untuk mengebor batang pohon sampai ke bagian dalam, guna meletakkan telur-telurnya di atas atau di antara sekelompok tempayak yang menghuni bagian dalam batang pohon itu. ”Ada lebah yang dapat mengebor kayu keras sedalam delapan sentimeter,” kata Donald Quicke dari Imperial College di Inggris. Sewaktu telur-telur itu menetas, larva-larva lebah ini memakan tempayak penghuni pohon itu, lalu mengebor jalan keluar mereka dari dalam pohon dengan organ mulut mereka yang mengeras karena mengandung mineral yang berasal dari tempayak yang mereka makan.

”Keadaan Darurat yang Tidak Disadari” India
”Meskipun terdapat peningkatan di bidang kesehatan dan ekonomi dalam beberapa tahun belakangan ini, malnutrisi masih menjadi ’keadaan darurat yang tidak disadari’ India,” lapor The Times of India. Akibat malnutrisi, India menghabiskan lebih dari 230 juta dolar AS untuk biaya perawatan kesehatan dan mengganti kerugian produktivitas. Menurut laporan itu, lebih dari 50 persen anak India yang di bawah usia empat tahun mengalami kekurangan gizi, 30 persen bayi yang baru lahir ”beratnya sangat kurang”, dan 60 persen wanita menderita anemia. Seorang spesialis senior Bank Dunia di bidang pengembangan sosial, Meera Chatterjee, mengatakan bahwa ”malnutrisi tidak hanya menghancurkan kehidupan orang dan keluarga, tetapi juga mengurangi hasil investasi di bidang pendidikan dan menjadi penghalang besar bagi perkembangan sosial dan ekonomi”.
Imam-Imam Tidak Bahagia?
Dalam enam tahun belakangan ini, diadakan tiga kali survei tentang citra para imam menurut masyarakat Prancis. Survei terbaru yang diterbitkan di surat kabar Katolik La Croix ini menyingkapkan bahwa 45 persen orang Prancis tidak memandang imam sebagai orang yang berbahagia dan puas. Pada umumnya, orang-orang masih menganggap imam sebagai orang yang ramah dan suka mendengar. Akan tetapi, surat kabar itu mengatakan bahwa ”jumlah orang Prancis yang menganggap imam sebagai orang yang berguna bagi masyarakat kian menurun” dan hanya 56 persen yang menganggapnya sebagai ”saksi Allah di bumi”. Dari 3 orang Prancis hanya kurang dari 1 dan dari semua pengunjung teratur gereja hanya 51 persen yang mau mendorong putra atau kerabatnya menjadi imam.
From Watchtower Publications 8th Jun, 2000





















