Microsoft akan meluncurkan Windows 10 tanggal 29 Juli 2015 mendatang. Jika Anda termasuk orang yang berhati-hati tunggu satu atau dua minggu sebelum mendownload, tunggu bagaimana tanggapan orang-orang yang sudah memakainya. Dipastikan pada hari-hari pertama saat update Windows 10 ini muncul server akan lambat.
Minimum System Requirements yang dibutuhkan agar Windows 10 berfungsi dengan baik:
Processor: 1 GigaHertz (GHz) or faster
RAM: 1 GigaByte (GB) (32-bit) or 2 GB (64-bit)
Free hard disk space: 16 GB
Graphics card: Microsoft DirectX 9 graphics device with WDDM driver
Akun Microsoft dan akses internet
Yang harus diingat sebelum update OS Anda ke Windows 10, lebih baik mem-backup seluruh data-data penting Anda. Update ini gratis untuk seluruh OS berbasis Windows, bagi Anda yang tidak mau menunggu dan tidak mau membayar lebih baik update di tanggal 29 Juli 2015, selain dari tanggal tersebut siap-siap membayar 120$ atau sekitar 1,5 juta Rp khusus pengguna Windows Home.
Denial of Service attack atau DoS Attack berhubungan dengan jaringan komputer, lebih tepatnya jaringan keamanan komputer. DoS Attack merupakan salah satu tipe serangan yang paling umum diantara serangan jaringan lainnya.
DoS Attack merupakan tipe serangan dengan cara membanjiri target network dengan sejumlah traffic yang tidak berguna, agar network yang menjadi korban tersebut overload (tidak sanggup lagi menanggapi begitu banyaknya request) yang pada akhirnya membuat jaringan tersebut bertekuk lutut (mati). Salah satu tujuan DoS Attack ini adalah membuat layanan dari korban (target serangan) tidak dapat berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Contoh website yang terkena serangan ini tampilannya menjadi ‘temporarily unavailable’, jadi user tidak bisa mengakses website tersebut. DoS Attack biasa menyerang layanan-layanan vital seperti banking, e-commerce atau perusahaan kartu kredit.
DDoS (Distributed Denial of Service) Attack menjadi bentuk cara lainnya, serangan ini lebih kuat dan lebih sulit untuk dideteksi. Jika dibandingkan, serangan DoS berasal hanya dari satu tempat asal, sedangakan serangan DDoS berasal dari beberapa IP addresses yang terdistribusi melalui dua atau lebih jaringan.
Cara melindungi dari serangan DoS/DDoS: Serangan DoS dapat dengan mudah di tangani dengan cara mem-blacklist target IP (atau beberapa IP) yang diketahui membuat terlalu banyak koneksi (request) terhadap server. Sedangkan serangan DDoS sangat rumit untuk dapat diproteksi, karena sulit untuk membedakan mana request yang asli dari user dengan request yang telah terinfeksi oleh DDoS (zombie). Mengambil tindakan dengan cara menaikkan level firewall untuk mem-blacklist beberapa IP yang dicurigai dapat mengakibatkan false positives dimana dapat mengganggu traffic dari request yang asli.
Beberapa metode yang digunakan untuk melancarkan serangan DoS:
Menyusup ke dalam sistem dalam waktu 15 detik dapat dilakukan, bahkan, jika terdapat kelemahan dan celah keamanan, memasuki sebuah sistem dapat dilakukan kurang dari 15 detik. Untuk melakukan panduan berikut, dibutuhkan koneksi internet.
DISCLAIMER
Penyalahgunaan informasi dalam panduan ini dapat mengakibatkan tuntutan
pidana terhadap orang-orang bersangkutan.
Penulis tidak akan bertanggung jawab dalam hal apapun
baik tuntutan pidana maupun biaya yang diajukan kepada
setiap individu yang menyalahgunakan informasi
dalam panduan ini untuk melanggar hukum.
(Catatan: Panduan ini dibuat hanya untuk tujuan informasi dan edukasi.)
Klik Start
Masuk ke Run
Jika tidak ada dalam menu Start, search lalu ketik Run, Enter
Ketik Winipcfg, Enter
Angka untuk tiap baris (Adapter address, IP address, ets) akan berbeda. Jika anda menggunakan akses internet Dial-Up, anda dapat menemukan IP address anda di pilihan menu dropdown ‘PPP Adapter’. Jika menggunakan akses internet seperti DSL, Cable, dll, IP address anda dapat ditemukan pada pilihan menu dropdown ‘PCI Busmaster’, ‘SMC Adapter’, dll. Catat informasi IP address anda, tutup jendela window lalu:
Klik Start
Run
Ketik command, Enter
Atau
Klik Start
Search ‘cmd’ / ‘command’ / ‘command prompt’, Enter
Pada command prompt, ketik:
nbtstat -A (IP address)
(IP Address) diisi dengan IP Address yang sudah dicatat Misal: nbtstat -A 207.175.1.1
Catatan: Pengetikan huruf A harus dengan huruf kapital
Setelah IP Address dimasukkan, tekan Enter. Akan muncul perkiraan gambaran kira-kira seperti ini:
__________________________
Name Type Status
------------------------------------
X-1 <00>UNIQUE Registered
WORK <00>GROUP Registered
Y-1 <04>UNIQUE Registered
Z-1 <20>UNIQUE Registered
WORK <1E>GROUP Registered
WORK <1D>UNIQUE Registered
__MSBROWSE__.<01>GROUP Registered
*Beberapa info telah diubah
Angka di dalam tanda <> adalah ‘hex code values’. Yang ingin kita cari disini adalah ‘Hex Code’ dengan angka <20>. Jika anda tidak dapat menemukan hex code <20> pada daftar maka berlega hatilah. Jika anda memiliki hex code <20> dalam daftar, anda harus berhati-hati.
Hex code <20> menginformasikan bahwa ‘file and printer sharing’ dalam keadaaan ‘ON’. Disinilah hacker akan melakukan pengecekan pertama kalinya jika ia menyusup dalam sistem anda. Jika hacker mengetahui dalam sistem anda terdapat ‘file and printer sharing’ dalam keadaan ON, maka hacker dengan mudah mendapatkan akses ke dalam sistem anda.
Jika anda menggunakan telnet pada Windows XP, maka telnet command sudah ‘enabled by default’. Sebaliknya pada Windows Vista dan 7, telnet command ‘disabled by default’.
Pesan error yang muncul jika ingin menggunakan telnet command di Vista dan 7:
‘telnet’ is not recognized as an internal or external command, operable program or batch file.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, secara manual dapat dilakukan langkah berikut:
Masuk ke Control Panel
Klik ‘Uninstall a program’ dibawah Menu ‘Programs’
Jika komputer anda menggunakan Classic View, maka cari menu ‘Programs and Features’
Pada panel sebelah kiri dibawah menu ‘Tasks’, klik ‘Turn Windows features on or off’
Berikut cara mengubah nama (Rename) tombol START pada Windows XP:
LANGKAH 1: Bypassing Windows File Protection
Masuk My Computer, klik Tools > Folder options > View
Pilih pilihan ‘Show all hidden files and folders’ dan uncheck pilihan ‘Hide protected operating system files’ lalu uncheck juga pilihan ‘Hide extension for known file types’
Masuk ke C:\windows\system32\restore, pilih file ‘filelist.xml’, klik kanan, klik properties dan uncheck pilihan read-only
Buka file ‘filelist.xml’ menggunakan Notepad.
Ketik tambahan baris ini: %systemroot%\explorer.exe (seperti pada contoh dibawah) dan save file