Resident Evil 2 Remake Resmi Diumumkan

resident evil 2 remake
Capcom mengumumkan secara resmi Remake dari game Resident Evil 2.

“Terima kasih atas dukungan penuh dari para fans untuk proyek game Resident Evil 2 Remake ini.” sambut produser Yoshiaki Hirabayashi. “Terima kasih atas semangat luar biasa yang ditunjukkan pada kami, proyek ini secara resmi telah disetujui untuk diproduksi.” lanjutnya.

Sebelumnya ada sekelompok fans yang membuat versi remake dari game Resident Evil 2 ini disini. Apa mungkin pengumuman ini dibuat setelah terlihat banyaknya antusias dari para fans Resident Evil?

Berikut video pengumuman resmi dari tim Resident Evil R&D Division 1:

The Legend of Heroes: Trails in the Sky Second Chapter Evolution Diumumkan

thelegendofheroes second chapter evolution
Setelah sukses dengan game seri sebelumnya, The Legend of Heroes: Trails in the Sky Evolution yang telah diluncurkan untuk PS Vita, Dengeki mengumumkan seri terbaru berjudul The Legend of Heroes: Trails in the Sky Second Chapter Evolution yang rencananya akan dirilis bulan Desember 2015 mendatang di Jepang untuk PS Vita.

Versi PS Vita ini akan menampilkan kualitas grafik yang High-Definition, main events yang keseluruhannya telah fully voiced, movie scenes yang telah direkontruksi termasuk beberapa scene tambahan dan masih banyak lagi.

Kencing Sambil Berdiri dan Duduk

باب الْبَوْلِ قَائِمًا وَقَاعِدًا
224- حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ “أَتَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُبَاطَةَ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَجِئْتُهُ بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ”.
[الحديث224- أطرافه في: 2471,226,225]

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al A’masy dari Abu Wa’il dari Hudzaifah berkata, “Nabi saw mendatangi tempat pembuangan sampah suatu kaum, beliau lalu kencing sambil berdiri. Kemudian beliau meminta air, maka aku pun datang dengan membawa air, kemudian beliau berwudlu.” (Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari bissyarhi Shahih Al-Bukhari, Jilid I, hadits no.199. Kaira: Penerbit Darul Hadits, 2004. Hal. 389)


FAIDAH HADITS

  • Kalau manusia belum tahu salahnya apa, maka itu belum menjadi ilmu.
  • Petikan hadis di atas ini adalah untuk menunjukkan bahawa harus kencing sambil berdiri. Tetapi ia bukan untuk menunjukkan kebiasaan Rasulullah SAW kencing sambil berdiri. Kebiasaan Rasulullah ialah kencing secara duduk.
  • Imam An-Nawawi mengatakan kencing dalam keadaan duduk adalah lebih baik mengikutnya pandanganku, namun jika seseorang kencing dalam keadaan berdiri, maka itu juga tetap di bolehkan. Kedua-dua keadaan ini pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW.
  • Dilalah hadits ini menunjukan bahwa kencing sambil duduk lebih utama daripada sambil berdiri, karena apabila kencing sambil berdiri itu di perbolehkan, apalagi jika sambil duduk, tentu saja lebih diperbolehkan (Ibnu Bathal).
  • Ucapan lebih kuat (utama) daripada perbuatan, ucapan qath’i (pasti dalam istilah tarjih), sedangkan perbuatan masih mengandung ihtimal (kemungkinan) .
  • Nabi lebih sering kencing sambil duduk, dikarenakan kencing sambil duduk itu, lebih tertutup dari kelihatan aurat dan lebih terjaga dari terkena percikan air kencing ketika buang air, karena secara fisika jarak kencing terhadap tanah lebih dekat sehingga pantulan percikan airnya tidak terlalu deras dan lebih aman agar tidak memantul mengenai pakaian, sedangkan sambil berdiri akan lebih deras dan pantulan air kencingnya lebih cepat, maka di butuhkan kehati-hatian ketika kencing, karena dikhawatirkan dapat mengenai pakaian yang akan hendak kita pakai untuk shalat.
  • Syighoh ‘an عن bukan menunjukan tadlis didalam hadits ini, tapi bagi Imam Bukhari walaupun pakai ‘an عن , tapi maksudnya haddatsa حدّث, Imam Bukhari memakai ‘an عن menunjukan lil qasri (meringkas), karenanya pada riwayat Imam Ahmad terdapat dengan menggunakan syigoh haddatsani حدّثني
  • Dianjurkan kencing itu pada tempat yang memang biasa dipakai untuk kencing, tidak ditempat umum atau sembarangan tempat, kecuali dalam keadaan darurat diperbolehkan, tetapi tetap harus tetap tertutup dan terjaga dari pandangan manusia.

Pembagian Hadits Menurut Jalan Periwayatannya yang Sampai Kepada Kita

jalan riwayat hadits sampai pada kita

Pertama: Hadits Mutawatir

Al Mutawatir ialah hadits yang diriwayatkan oleh sekumpulan orang yang mustahil mereka sepakat berdusta menurut adat dan mereka menyandarkannya kepada sesuatu yang nyata.

Al Mutawatir terbagi dua:

  1. Mutawatir lafadz dan makna ialah hadits yang diriwayatkan oleh para rawi yang sama, baik lafadz atau maknanya.
  2. Mutawatir makna ialah hadits yang telah diriwayatkan oleh para perawi yang sama secara makna saja dan tiap-tiap hadits mempunyai makna khusus.

Faidah hadits mutawatir terbagi dua yaitu:

  1. Ilmu artinya sudah dipastikan benar penasabannya kepada orang yang menukil darinya.
  2. Amal artinya mengamalkan dari apa-apa yang terdapat didalamnya dengan membenarkan apabila ia berbentuk khabar (berita) dan merealisasikan apabila ia berbentuk tuntunan.

Kedua: Hadits Ahad

Hadits Ahad ialah lawan dari hadits mutawatir. Yaitu hadits yang sanadnya tidak mencapai derajat mutawatir.

Hadits Ahad terbagi 3 menurut jalan periwayatannya:

  1. Hadits Masyhur : Hadits yang memiliki jalan-jalan periwayatan yang terbatas, lebih dari dua jalan, dan tidak mencapai derajat mutawatir.
  2. Hadits Aziz : hadits yang diriwayatkan hanya oleh dua orang perawi saja.
  3. Hadits Gharib : Hadits yang diriwayatkan sendirian oleh se-orang rawi dalam salah satu periode rangkaian sanadnya.

Beberapa Definisi Dalam Ilmu Mushthalah Hadits

ilmumushthalah hadits
Mushthalahul Hadits

Ilmu tentang dasar dan kaidah untuk mengetahui keadaan seorang perawi dan yang diriwayatkannya dari segi diterima dan ditolaknya.

Objeknya adalah sanad dan matan dari segi diterima dan ditolaknya.

Faidahnya adalah membedakan antara hadits-hadits yang shahih dengan hadits-hadits yang sakit (cacat).

Al Hadits

Sesuatu yang disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baik berupa perkataan atau perbuatan atau taqrir atau sifat

Al Khabar

Pengertiannya sama dengan Al Hadits, dengan demikian ia didefinisikan sama seperti al Hadits. ada juga yang berpendapat Al Khabar sebagai berikut :

Sesuatu yang disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau yang selainnya. Dengan demikian pengertiannya lebih umum dan luas.

Al Atsar

Suatu yang disandarkan kepada sahabat dan tabi’in (generasi setelah sahabat).

Terkadang Al Atsar dimaksudkan dengan sesuatu yang disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (hadits) apabila dalam satu kalimat ia disertakan kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti perkataan : Dan dalam Atsar dari Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam (hadits Nabi).

Hadits Qudsi

Hadits yang diriwayatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Rabbnya (Allah Subhaanahu wa Ta’ala). Hadits Qudsi dinamakan juga Hadits Rabbani dan Hadits Ilaahi

Kedudukan Hadits Qudsi diantara Al Qur’an dan Hadits Nabawi, tidaklah sama karena Al Qur’an disandarkan kepada Allah Ta’ala baik lafadz dan maknanya. Sedangkan Hadits Nabawi disandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baik lafadz dan ma’nanya dan Al Hadits Al Qudsi disandarkan kepada Allah Ta’ala secara ma’na tidak secara lafadznya dan karena itu tidak bernilai ibadah didalam membaca lafadznya dan tidak boleh dibaca didalam sholat, dan tidak dinukil secara mutawattir (keseluruhannya) sebagaimana penukilan Al Qur’an, akan tetapi sebagiannya ada yang shahih, dhaif, dan maudhu.

Sanad

Suatu jalan yang menyampaikan kepada matan atau suatu perantara yang menyampaikan kepada rawi Hadist.

Matan

Suatu yang akan menyampaikan kepada sanad dari ucapan atau disebut juga redaksi hadist atau isi hadist

Al-Musnad

Secara bahasa berarti yang disandarkan kepadanya.

Sedangkan Al-Musnad menurut istilah ilmu hadits mempunyai beberapa arti :

  • Setiap buku yang berisi kumpulan riwayat setiap shahabat secara tersendiri.
  • Hadits yang sanadnya bersambung dari awal sampai akhir.
  • Yang dimaksud dengan Al-Musnad adalah sanad, maka dengan makna ini menjadi mashdar yang diawali dengan huruf mim (mashdar miimi).

Al-Musnid

Orang yang meriwayatkan hadits dengan sanadnya, baik dia mempunyai pengetahuan terhadap hadits atau hanya sekedar meriwayatkan saja.

Al-Muhaddits

Orang yang berkecimpung dengan ilmu hadits baik secara periwayatan maupun dirayah, menelaah berbagai riwayat serta keadaan para perawinya.

Al-Hafidh

Menurut kebanyakan ahli hadits sepadan dengan Al-Muhaddits. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa Al-Hafidh derajatnya lebih tinggi dari Al-Muhaddits karena yang dia ketahui pada setiap thabaqah (tingkatan/kedudukan) lebih banyak daripada yang tidak dia ketahui.

Al Hujjah

Orang yang hapal tiga ratus ribu hadist beserta sanadnya.

Al-Hakim

Menurut sebagian ulama adalah orang yang menguasai semua hadits kecuali sebagian kecil yang tidak dia ketahui.

Ashhab As-Sunan

Para ulama penyusun kitab-kitab “Sunan” yaitu: Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa`i, dan Ibnu Majah.