The Elder Scrolls V: Skywind Tunjukkan Lokasi, NPC dan Makhluk Baru

skywindupdate
Tim yang mengerjakan mod Skywind untuk game The Elder Scrolls V ini merilis update video terbaru. Dalam video ini diperlihatkan beberapa lokasi dan makhluk baru, bagi siapapun yang pernah melihat atau main di Morrowind akan tahu, selain itu ada tempat bernama West Gash dan Bitter Coast, makhluk seperti Kwama Forager dan Guar Pup.

Disebutkan juga ada town clutter dan AI Schedule, yang akan menawarkan versi fans dari Morrowind ini terlihat lebih nyata dari versi original-nya. Masih belum ada kepastian lebih lanjut mengenai kapan Skywind akan diluncurkan, jika sudah keluar anda membutuhkan copy baik dari Morrowind dan Skyrim untuk dapat menjalankan game satu ini.

Berikut trailer-nya:

Teringat Junub di Masjid

teringatjunubdimesjid
Jika Seseorang Berada Di Masjid Dan Teringat Bahwa Dia Sedang Junub, Maka Dia Keluar Sebagaimana Mestinya Dan Tidak Tayammum
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ “أُقِيمَتْ الصَّلاَةُ وَعُدِّلَتْ الصُّفُوفُ قِيَامًا فَخَرَجَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَامَ فِي مُصَلاَهُ ذَكَرَ أَنَّهُ جُنُبٌ فَقَالَ لَنَا “مَكَانَكُمْ” ثُمَّ رَجَعَ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَيْنَا وَرَأْسُهُ يَقْطُرُ فَكَبَّرَ فَصَلَّيْنَا مَعَهُ”
تَابَعَهُ عَبْدُ الأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَرَوَاهُ الأَوْزَاعِيُّ عَنْ الزُّهْرِيِّ
[الحديث275-طرفاه في: 640,639]

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Utsman bin ‘Umar berkata, telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhry dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata,: “Qamat untuk shalat telah dikumandangkan dan shaf telah diluruskan, lalu keluarlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Setelah sampai di tempat shalat Beliau baru teringat bahwa Beliau sedang junub, lalu berkata, kepada kami; “tetaplah di tempat kalian”. Maka Beliau kembali lalu mandi. Kemudian datang dalam keadaan kapalanya basah. Lalu Beliau bertakbir, maka kamipun shalat bersamanya”. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abdul A’laa dari Ma’mar dari Az Zuhry dan diriwayatkan juga oleh Al Auza’i dari Az Zuhry.

(Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari bissyarhi Shahih Al-Bukhari, Jilid I, hadits no.199. Kaira: Penerbit Darul Bayan Al-Arabi, 2007. Hal. 456)


FIQIH HADITS

  • Orang yang teringat bahwa dia sedang junub ketika sudah di masjid, maka baginya tidak perlu bertayammum dulu di masjid (dengan maksud agar keluar masjid dalam keadaan suci dengan dalil orang junub tidak boleh berada dalam masjid), tetapi cukuplah ia keluar seperti keadaan sebelumnya (dalam keadaan junub) untuk mandi.
  • Nabi terbiasa meluruskan dulu shaf sebelum mulai takbir untuk shalat.
  • Bolehnya jeda iqomah yang lama antara iqomah dan masuk umtuk shalat.
  • Tidak apa-apa berada didalam masjid dikarenakan lupa.

Termasuk Dosa Besar Bila Tidak Menjaga Kesucian dari Kencing (Bagian 2)

dosabesartidakmenjagakesucian
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَائِطٍ مِنْ حِيطَانِ الْمَدِينَةِ أَوْ مَكَّةَ فَسَمِعَ صَوْتَ إِنْسَانَيْنِ يُعَذَّبَانِ فِي قُبُورِهِمَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ ثُمَّ قَالَ بَلَى كَانَ أَحَدُهُمَا لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ وَكَانَ الْآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ دَعَا بِجَرِيدَةٍ فَكَسَرَهَا كِسْرَتَيْنِ فَوَضَعَ عَلَى كُلِّ قَبْرٍ مِنْهُمَا كِسْرَةً فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ تَيْبَسَا أَوْ إِلَى أَنْ يَيْبَسَا.

Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman berkata, telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Mujahid dari Ibnu ‘Abbas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati perkebunan penduduk Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang di siksa dalam kumur mereka. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkata: “Keduanya sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa disebabkan dosa besar.” Lalu beliau menerangkan: “Yang satu disiksa karena tidak bersuci setelah kencing, sementara yang satunya lagi disiksa karena suka mengadu domba.” Beliau kemudian minta diambilkan sebatang dahan kurma yang masih basah, beliau lalu membelah menjadi dua bagian, kemudian beliau menancapkan setiap bagian pada dua kuburan tersebut. Maka beliau pun ditanya, “Kenapa Tuan melakukan ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan siksanya diringankan selama dahan itu masih basah.”

(Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari bissyarhi Shahih Al-Bukhari, Jilid I, hadits no.199. Kaira: Penerbit Darul Hadits, 2004. Hal. 380)


 

FAIDAH HADITS

  • Sesuatu dikatakan dosa besar, karena ada dua aspek: pertama, karena ada had, dan kedua, karena ada ancaman yang keras.
  • Sejatinya tidak ada dosa yang kecil, jika dilihat kepada siapa sebenarnya dia berbuat dosa. Dia berbuat dosa kepada Dzat yang sangat maha menyayangi dan mengasihinya, jadi pada hakikatnya tidak ada dosa kecil.
  • Kalaulah kencing tidak termasuk dosa besar, dikarenakan tidak adanya had (hukuman), maka konsekuensinya mencaci orang tua dan bersaksi palsu bukan merupakan dosa besar pula, padahal bersamaan dengan hal ini Nabi saw menganggap dan memperingatkan bahwa keduanya termasuk dosa yang paling besar, walaupun tidak ada had.
  • Orang yang meninggalkan dosa besar maka Allah menjanjikan ampunan baginya.
  • Maksud siksa kubur yaitu siksaan yang terjadi di alam kubur , bukan dikuburan , sedangkan alam kubur adalah ghaib.
  • Mesti berhati-hati terhadap dosa karena walaupun kecil tetap akan menimbulkan siksa yang besar, seperti yang kencing sembarang diancam dengan siksaan dialam kubur.
  • Membasahi kuburan tidak akan mengakibatkan diringankannya orang yang disiksa di alam kubur.
  • Mufrod boleh di idlofahkan kepada mutsanna, begitu juga jama’ tapi yang lebih baik jama’ di idlofahkan kepada mutsanna.
  • Pada asalnya mengembalikan dlomir itu kepada yang telah disebutkan tapi pada suatu kondisi boleh dikembalikan kepada yang tidak disebutkan,dikarenakan ada dalil.

Termasuk Dosa Besar Bila Tidak Menjaga Kesucian dari Kencing (Bagian 1)

dosabesartidakmenjagakesucian

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَائِطٍ مِنْ حِيطَانِ الْمَدِينَةِ أَوْ مَكَّةَ فَسَمِعَ صَوْتَ إِنْسَانَيْنِ يُعَذَّبَانِ فِي قُبُورِهِمَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ ثُمَّ قَالَ بَلَى كَانَ أَحَدُهُمَا لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ وَكَانَ الْآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ دَعَا بِجَرِيدَةٍ فَكَسَرَهَا كِسْرَتَيْنِ فَوَضَعَ عَلَى كُلِّ قَبْرٍ مِنْهُمَا كِسْرَةً فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفَ عَنْهُمَا مَا لَمْ تَيْبَسَا أَوْ إِلَى أَنْ يَيْبَسَا.

Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman berkata, telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Mujahid dari Ibnu ‘Abbas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati perkebunan penduduk Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang di siksa dalam kumur mereka. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkata: “Keduanya sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa disebabkan dosa besar.” Lalu beliau menerangkan: “Yang satu disiksa karena tidak bersuci setelah kencing, sementara yang satunya lagi disiksa karena suka mengadu domba.” Beliau kemudian minta diambilkan sebatang dahan kurma yang masih basah, beliau lalu membelah menjadi dua bagian, kemudian beliau menancapkan setiap bagian pada dua kuburan tersebut. Maka beliau pun ditanya, “Kenapa Tuan melakukan ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan siksanya diringankan selama dahan itu masih basah.”

(Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari bissyarhi Shahih Al-Bukhari, Jilid I, hadits no.199. Kaira: Penerbit Darul Hadits, 2004. Hal. 379)


FAIDAH HADITS

  • Tidak ada kalimat yang salah, namun yang ada adalah kalimat yang salah menempatkan (salah merenahkeun).
  • Segala sesuatu tidak ada yang salah, namun hanyasanya terkadang salah dalam menempatkannya saja (salah tina merenahkeunnana).
  • Pada dasarnya manusia adalah plagiator (penjiplak), namun plagiator yang tercela dan mesti malu adalah dikarenakan dia tidak meminta izin dan tidak jujur.
  • Namimah secara bahasa menukil perkataan orang lain, tidak berkaitan dengan baik atau buruknya perkatan yang ditukilnya atau memadlorotkan orang lain atau tidak. Sedangkan menurut istilah Namimah adalah menukil perkataan orang lain agar bisa mengadukannya dengan orang lain (mengadu domba)
  • Perbedaan matan hadits adakalanya bukan bertentangan, tapi lebih kepada periwayatan secara makna. Maka bisa jadi matan ini sebab sedangkan matan lainnya akibat.
  • Boleh menunda penjelasan ketika dirasa kurang tepat dan akan membingungkan bila disampaikan dan dibahas pada waktu itu.
  • Mesti menyanggah orang lain apabila pendapatnya salah tapi harus dengan cara yang bijak.
  • Dosa kecil bila dilakukan secara terus-menerus maka dosanya akan menjadi besar .
  • Perkataan itu harus berdasarkan kepada maksud orang yang mengatakannya.
  • Menetapkan sesuatu harus dengan alasan yang kuat.
  • Penyampaian akan menjadi sangat berobot apabila dipersiapkan dengan matang.
  • Membaca mesti dengan akal bukan sekedar penglihatan.
  • Fahamnya ulama salaf kepada generasi berikutnya.
  • Tidak menjaga diri dari najis adalah termasuk berdosa.
  • Manusia itu berbicara bukan bersuara, karena apabila ada orang yang berbicara tapi tidak dapat dimengerti ucapannya maka dia itu bersuara.
  • Dalam menyimpulkan sesuatu mesti melihat kembali kepada judul agar kesimpulannya tidak keluar jalur dan tidak ngawur.
  • Dosa besar itu tidak ditentukan dengan adanya had (hukuman) tapi dengan ancaman yang keras.
  • Referensi seseorang harus sebanyak mungkin, agar ketika memutuskan dibarengi dengan hati yang mantap.
  • Ketika menceritakan seseorang itu perlu dengan menyebut namanya, maka sebutkanlah agar tidak terjadi prasangka buruk.
  • Syafaat bukan hanya terjadi pada hari penghisaban tapi bisa juga sekarang, seperti Nabi memberi syafaat kepada orang yang disiksa dialam kubur.

Document Metadata Cleaner 3.5

MetadataCleaner
Document Metadata Cleaner 3.5
Author: Pointstone Software, LLC
Size: 1.19 MB
License: Freeware
Requires: Windows 8 / 7 / Vista/ XP


Metadata Cleaner adalah aplikasi yang dapat diandalkan dan mudah dalam penggunaannya. Aplikasi ini didesain untuk menghilangkan metadata yang terdapat pada dokumen Word, Excel dan PowerPoint.

Features:

  • Analisa dokumen Word, Excel dan PowerPoint
  • Membersihkan dokumen Word, Excel dan PowerPoint
  • Dapat membersihkan satu atau lebih dokumen dalam waktu bersamaan
  • Gratis untuk penggunaan perorangan

Metadata merupakan informasi penting yang disimpan oleh dokumen berupa:

  1. Nama
  2. Initials
  3. Nama Perusahaan atau Organisasi
  4. Nama Komputer anda
  5. Nama Network Server atau Hard Disk tempat dimana anda menyimpan dokumen
  6. Nama author dari dokumen
  7. Revisi dokumen
  8. Versi dokumen
  9. Text atau cells yang bersifat hidden
  10. Komentar

Download GRATIS via Google Drive:

Password: jonooitcom

DOWNLOAD