
عَنْ عَبْدِ بن مَسْعُوْدٍ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُكَبِّرُ فِي كُلِّ رَفْعٍ وَخَفْضٍ وَقِيَامٍ وَقُعُوْدٍ.
Dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Nabi Saw. bertakbir di setiap bangkit,merunduk,berdiri dan duduk”.
(HR. Ahmad)
RUKU’
قال َعُقْبَةُ بْنُ عَمْرٍو أَلَا أُرِيكُمْ صَلَاةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَقَامَ وَكَبَّرَ ثُمَّ رَكَعَ وَجَافَى يَدَيْهِ وَوَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ وَفَرَّجَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ مِنْ وَرَاءِ رُكْبَتَيْهِ حَتَّى اسْتَقَرَّ كُلُّ شَيْءٍ مِنْهُه
Uqbah bin ‘Amr berkata; “Maukah saya berikan contoh shalat Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam kepada kalian?” Ia berkata; “Lalu dia bertakbir, ruku’, meletakkan kedua telapak tangannya pada lututnya dengan membuka jarinya dari belakang lututnya sehingga semua telah menetap pada tempatnya.
(HR. Ahmad)
I’TIDAL KETIKA BANGKIT DARI RUKU’
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى صَلَاةِ رَجُلٍ لَا يُقِيمُ صُلْبَهُ بَيْنَ رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ
Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Saw. bersabda: “Allah tidak akan melihat (menerima) shalat seseorang yang tidak menegakkan tulang punggungnya di antara ruku’ dan sujudnya.”
(HR. Ahmad)
CARA SUJUD
عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَجَدَ وَضَعَ رُكْبَتَيْهِ قَبْلَ يَدَيْهِ وَإِذَا نَهَضَ رَفَعَ يَدَيْهِ قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ
(1) Dari Wa’il bin Hujr dia berkata; “Aku melihat Rasulullah Saw. meletakan lututnya terlebih dahulu sebelum kedua tangannya apabila hendak sujud, dan mengangkat kedua tangannya dahulu sebelum kedua lututnya apabila bangkit dari sujud.”
(HR. Nasa’i)
عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ :قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَجَدْتَ فَضَعْ كَفَّيْكَ وَارْفَعْ مِرْفَقَيْكَ
(2) Dari al-Bara’ berkata: Rasulullah Saw. Bersabda: “Apabila kalian sujud maka letakkanlah kedua telapak tanganmu dan angakatlah kedua sikumu.”
(HR. Muslim)
عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَكَعَ أَحَدُكُمْ فَقَالَ فِي رُكُوعِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَقَدْ تَمَّ رُكُوعُهُ وَذَلِكَ أَدْنَاهُ وَإِذَا سَجَدَ فَقَالَ فِي سُجُودِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَقَدْ تَمَّ سُجُودُهُ وَذَلِكَ أَدْنَاهُ
(3) Dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi Saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian rukuk lalu mengucapkan dalam rukuknya; Subhaana Rabbial Azhiim (Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung) tiga kali maka rukuknya telah sempurna. Dan itu adalah yang minimal. Kemudian ketika sujud mengucapkan; Subhaana Rabbial A’la (Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi) tiga kali maka rukuknya telah sempurna. Dan itu adalah yang minimal.”
(HR. Muslim, Ahmad dan Tirmidzi)