Browsing Category

Games

Review: Dying Light

dyinglightreview

Bagi para peggemar game bertemakan survival horor dengan latar belakang zombie outbreak tentu kenal dan tidak asing lagi dengan Dead Island atau Left 4 Dead. Yup baru – baru ini, Techland developer yang merilis Dead Island, merilis game terbarunya di awal Januari 2015 ini.

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa game yang berjudul “Dying  Light” sama dengan para pendahulunya, Namun jangan tertipu dengan tampilan combat yang sekilas mirip dengan Dead Island, karena gameplay dan fitur yang ditawarkan bukan hanya close combat saja, berikut beberapa fitur yang ditawarkan:

  1. Parkour Free Running , dimana anda dapat menjelajahi lingkungan baik untuk meng-explore maupun combat  (sistem explore ini mirip dengan Assasin Creed series).
  2. Dynamic Time and Weather, dimana waktu siang malam yang silih berganti dan cuaca dapat berubah  membuat role yang anda mainkan dapat berubah dari yang meburu zombie pada siang hari menjadi yang diburu oleh zombie pada malam harinya.

Kejar-Kejaran Masih akan Terus Berlanjut di Outlast II

outlast2
Red Barrels Games mengumumkan Outlast II, sebuah sekuel dari game survival horror sebelumnya yang berjudul Outlast. Bagi anda yang pernah bermain Outlast, pasti sangat kenal dengan ‘psikopat’ yang terus berlari mengincar, mencari dan mengejar anda tanpa ampun.

Seperti yang dikutip dari Red Barrels, tidak ada konflik yang hitam dan putih, namun setelah semuanya berakhir, sang pemenang harus menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Siapa yang baik dan siapa yang jahat. Naluri manusia kita sendirilah yang memungkinkan kita untuk berbuat kekerasan atas nama kebaikan. Inilah yang dinamakan iman yang buta.

Outlast II akan menguji iman anda, mendorong anda kepada sebuah tempat dimana menjadi gila adalah hal yang lumrah. Outlast II rencananya akan diluncurkan untuk PlayStation 4, Xbox One, PC, dan Mac musim gugur 2016 mendatang.

Selamat Datang di Sapienza, Hitman

sapienzahitman
Square Enix dan Io Interactive merilis trailer Hitman yang menunjukkan sebuah kota Sapienza yang terletak di negara Italia.

Map ini akan membawa player ke sebuah kota tua dimana terdapat mansion-mansion besar hingga gereja-gereja pada masa abad pertengahan lengkap dengan gang-gang kecilnya sehingga map ini akan memberikan tantangan baru tersendiri bagi player. Bahkan di beberapa titik lokasi sudah disusupi banyak ‘dark secret’ yang dapat anda jelajah dan bongkar rahasianya.

Hitman akan diluncurkan untuk platform PlayStation 4, Xbox One, dan PC 11 Maret 2016 mendatang dengan tiga buah map sekaligus termasuk Sapienza.

Detroit: Become Human, Robot Andorid yang Memiliki Perasaan

detroitbecomehuman
Pada ajang konferensi pers Paris Game Week di Perancis, Sony Computer Entertainment mengumumkan Detroit: Become Human yang akan menjadi judul kelanjutan dari game Heavy Rain and Beyond: Two Souls yang dikembangkan pihak Quantic Dream. Game ini akan diluncurkan untuk platform PlayStation 4.

Beberapa dari anda mungkin pernah mengingat sebuah game demo untuk PlayStation 3 bernama Kara tahun 2012 silam. Kara merupakan sebuah android yang menemukan jati dirinya kalau ia memiliki perasaan sama seperti manusia lainnya. Banyak orang pada saat itu berempati pada karakter Kara ini, bagaimana ia harus berjuang untuk bertahan hidup ditengah kehidupan manusia yang memperlakukan robot sebagaimana sebuah benda biasa.

Semua orang yang pernah mencoba game ini pasti bertanya-tanya apakah yang terjadi setelah Kara keluar dari pabrik android itu? Detroit merupakan game yang di-set pada masa depan dimana robot android dapat melihat, berbicara dan bergerak layaknya manusia.

Bagaimana jika anda terlahir dari sebuah benda asing yang tidak memiliki perasaan kemudian perlahan anda memilikinya? Bagaimana kita sebagai manusia menyikapi sebuah keadaan jika dimana suatu saat nanti robot memiliki perasaan dan dapat berpikir atas kemauannya sendiri?

Oxenfree, Petualangan Supranatural Murid SMA di Pulau Terpencil

oxenfree
Oxenfree, sebuah game supranatural yang diumumkan sejak bulan Maret yang lalu, dikembangkan oleh Night School Studio, sebuah studio yang terdiri dari mantan staff Telltale Games dan Disney. Game ini rencananya akan dirilis untuk platform Xbox One dan PC bulan Januari 2016 mendatang.

Oxenfree merupakan game pertualangan sekaligus horror yang menceritakan tentang sekelompok anak SMA yang ketinggalan kapal feri disaat hendak pulang. Mereka berada di sebuah pulau bekas militer yang kebetulan menjadi tempat wisata kunjungan sekolah mereka. Tidak ada pilihan lain, mereka harus bermalam di pulau tersebut menunggu jadwal kapal feri selanjutnya.

Semua berlangsung normal dan biasa, sampai dimana salah satu murid membuka sesuatu yang ternyata merupakan masa lalu dari pulau tersebut. Apa sesuatu yang mereka buka? Oxenfree menjamin petualangan horror supranatural bagi para player yang memainkannya kelak.