Mengamati Dunia -5-

mengamati dunia

Mengamati Dunia -5-

Bencana Pendidikan di Afrika

Lebih dari 40 juta anak usia sekolah di Afrika bagian selatan Sahara tidak bersekolah, lapor Kantor Berita All Africa. Sejumlah problem telah menimpa sistem pendidikan di wilayah tersebut. Sebagai contoh, akibat problem ekonomi, banyak sekolah tidak memiliki air dan sedikit, atau sama sekali tidak ada toilet. Buku pelajaran sangat terbatas, dan guru-guru tidak mendapat pelatihan yang memadai. Selain bencana ekonomi, terdapat juga tingkat kehamilan yang tinggi di antara para remaja putri, yang menyebabkan tingginya angka putus sekolah. AIDS juga berdampak negatif terhadap angka kehadiran di sekolah.

pendidikanafrika

”Aktivitas seksual pada usia dini di kalangan para remaja telah menyebabkan semakin tingginya jumlah remaja yang terinfeksi AIDS,” lapor Africa News. Dalam beberapa kasus, gadis-gadis yang tidak mengidap AIDS diharuskan tinggal di rumah untuk merawat sanak keluarga yang terserang penyakit itu. Dr. Edward Fiske, seorang spesialis pendidikan dasar untuk Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) mengatakan, ”Tanpa bersekolah, masa depan kebanyakan negeri di Afrika bagian selatan Sahara menjadi tidak menentu.”

Ditemukan Mumi Berjari Kaki Palsu

”Sebuah jari kaki palsu yang ditemukan pada sebuah mumi diperkirakan telah digunakan semasa hidup sebelum terkubur bersama pemiliknya 2.500 tahun yang lalu,” lapor The Sunday Times dari London. Jari kaki palsu itu, yang terbuat dari linen dan diisi lem binatang serta semacam gips itu, digambarkan oleh Dr. Nicholas Reeves sebagai ”suatu produk yang canggih, dirancang dengan indah, dibuat dengan terampil serta kuat, dan yang jelas, merupakan pesanan khusus”. Jari itu juga dilengkapi kuku dan dilapisi suatu zat warna serupa kulit. Delapan lubang dibor pada jari tersebut. Lubang-lubang itu dengan cermat mengikuti garis tali berbentuk Y pada sandal sehingga sewaktu jari itu dikenakan, lubang-lubangnya akan tersembunyi di balik tali sandal.

Sakit Kepala Akibat Obat Penawar Rasa Nyeri!

Orang-orang yang minum obat sakit kepala tiga kali atau lebih dalam seminggu dapat menderita nyeri kepala akibat penyalahgunaan obat (MMH). Penyebab MMH, yang diperkirakan menyerang 1 dari setiap 50 orang, adalah obat-obat sederhana, seperti aspirin serta obat penawar rasa nyeri yang diresepkan. Sewaktu pengaruh analgesiknya hilang, dapat timbul sakit kepala yang disangka pasien sebagai nyeri biasa atau migrain.

bahayakonsumsiobatsakitkepala

Sang pasien pun minum lebih banyak obat itu lagi, yang justru mengulangi siklusnya. Dr. Tim Steiner dari Imperial College, London, menjelaskan bahwa ”setiap pasien yang mengeluhkan sakit kepala kronis setiap hari hendaknya diduga terkena MMH”. Ia juga mengatakan bahwa meskipun kondisi tersebut telah dikenali selama beberapa tahun, kebanyakan dokter keluarga belum mengenalnya dengan baik dan malah meresepkan obat penawar rasa nyeri yang lebih kuat, padahal yang justru dibutuhkan adalah berhenti meminum obat itu, lapor The Sunday Telegraph dari London.

Perawatan Lidah

Bakteri yang bersembunyi di balik lidah Anda dapat menghasilkan gas belerang penyebab napas tak sedap, kata laporan dalam surat kabar Prince George Citizen. ”Bakteri bertumbuh pesat di lingkungan kering dan bebas oksigen. Itulah sebabnya mereka tinggal dalam celah dan lubang yang tidak terjangkau udara yang masuk ke paru-paru kita,” kata laporan itu.

perawatanlidah

Menyikat dan menggunakan dental floss pada gigi dapat membantu, namun hanya sekitar 25 persen bakteri yang dapat dihilangkan dengan menyikat. Dokter gigi Allan Grove percaya bahwa mengerik lidah, sebuah tradisi kuno di Eropa, adalah ”satu-satunya cara terampuh yang dapat Anda lakukan untuk mencegah napas tak sedap”. Menggunakan pengerik plastik ”untuk menjaga lidah tetap bersih dan berwarna merah muda jauh lebih baik daripada menggunakan sikat”, kata Citizen.

Sebuah Mata Baru untuk Mengamati Alam Semesta

Teleskop Gemini North, yang berbasis di Mauna Kea, Hawaii, mulai membuka matanya untuk mengamati alam semesta pada bulan Juni 1999. Cermin pengumpul cahayanya, yang berdiameter 8,1 meter, akan memungkinkan para astronom mengamati objek tersamar sekalipun pada jarak yang sangat jauh di ruang angkasa, lapor surat kabar Independent dari London.

gemininorthtelescope

Baik Gemini North maupun teleskop antariksa Hubble membantu para astronom melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi lama berselang dan dengan demikian ”mengintip masa lalu”. Keuntungan Hubble adalah letaknya yang di ruang angkasa. Gemini, meski berada di bumi, mengandalkan peralatan komputer untuk menyingkirkan distorsi akibat gangguan di atmosfer dan menghasilkan gambar sejelas Hubble—bahkan lebih.

From Watchtower Publications 22nd Jan, 2000