Mengamati Dunia -16-
Kecantikan dari Racun
Metode tata rias dengan menyuntikkan racun botulin yang mematikan sedang digunakan untuk menghapus kerut pada wajah, lapor The Toronto Star. Zat racunnya melumpuhkan otot wajah tertentu, sehingga dalam beberapa hari otot-otot ini tidak elastis lagi, dan kerut-kerut pun menjadi rata. Perawatan berlangsung sekitar empat bulan dan membuat wajah pasien tampak lebih rileks dan muda. Tetapi, ada dampak buruknya. Laporan tersebut memperingatkan bahwa ”bukan kerut saja yang hilang, tapi kemampuan menaikkan alis mata sewaktu terkejut, kemampuan untuk tersenyum lebar, [dan] kemampuan mengernyitkan dahi, juga hilang.” Jadi, bersiap-siaplah untuk ”melumpuhkan bagian wajah Anda demi tampil cantik dan muda”, kata surat kabar tersebut.
”Saya tidak bermaksud melecehkan kepercayaan siapa pun,” tulis kolumnis olahraga, Sam Smith, ”tapi bukankah pertunjukan kesalehan di muka publik dalam olahraga sudah keterlaluan? Mengapa para pemain football berdoa setelah mencetak [touchdown]?” Para pemain yang berdoa bersama setelah pertandingan juga tampak ”mengutuki para reporter” di ruang ganti pakaian atau ”berupaya melukai pemain lain” sewaktu pertandingan sedang seru-serunya, komentar Smith. Menganggap bahwa Allah mendukung salah satu tim ”sama dengan melecehkan kepercayaan terhadap Allah”, katanya. Jadi, artikelnya menyimpulkan, ”Janganlah mengubah olahraga menjadi ajang rohani.”
Apa sepuluh profesi yang paling berbahaya? Menurut angka yang dikumpulkan Biro Statistik Tenaga Kerja AS, penebang pohon berada pada tingkat teratas dengan hampir 129 korban jiwa per 100.000 pekerja, disusul oleh nelayan dan pelaut dengan korban jiwa masing-masing 123 dan 94 per 100.000 pekerja. Profesi berbahaya berikutnya adalah pilot pesawat terbang, buruh pabrik logam, penambang, tukang bangunan, sopir taksi, sopir truk, dan buruh tani. Namun, ”secara keseluruhan, rata-rata korban jiwa dalam profesi berbahaya—4,7 per 100.000 pekerja—telah menurun kira-kira 10 persen” dalam lima tahun terakhir, lapor Scientific American.
”Burung pipit di Kalkuta menghindari malaria,” lapor majalah alam berbahasa Prancis, Terre Sauvage. Para ahli memperhatikan bahwa seraya malaria meningkat, burung pipit kini terbang lebih jauh mencari dedaunan dari pohon yang secara alami menghasilkan kandungan tinggi kina, obat antimalaria. Selain menggunakan dedaunan itu untuk membuat sarang, tampaknya burung-burung ini juga memakannya. ”Burung pipit, yang menyukai kota dan takut pada malaria, tampaknya telah menemukan cara melindungi diri,” komentar majalah tersebut.
Lebih dari 99 persen uang kertas di London dicemari kokain, lapor surat kabar Guardian. Para ahli menguji 500 lembar uang kertas dan mendapati bahwa 496 lembar mengandung bekas kokain. Pencemaran dimulai ketika uang kertas itu dipegang pengguna narkoba. Selanjutnya, uang ini mencemari lembaran lainnya sewaktu disortir mesin bank atau disimpan. Kokain telah menjadi narkoba yang paling cepat beredar di antara remaja usia 20 hingga 24 tahun di Inggris. Menurut Youth Awareness Project (Proyek Menyadarkan Remaja) di London, para remaja mengkonsumsi kokain karena dianggap dapat meningkatkan reputasi dan kekuatan.
”Setidaknya 2,7 juta orang Amerika mengidap virus hepatitis C, sehingga virus ini menjadi infeksi lewat darah yang paling umum di Amerika Serikat,” kata sebuah laporan Associated Press. Hepatitis C menyebar dari satu orang ke orang lain terutama melalui kontak seksual atau darah yang terinfeksi. Yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah para pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, dan orang-orang yang mengadakan hubungan seks yang tidak aman. Akan tetapi, infeksi juga dapat disebarkan oleh pembuat tato dan ahli akupunktur yang membersihkan peralatan mereka secara sembrono. Orang yang menerima transfusi darah juga berisiko. Setiap tahun, sekitar 1.000 orang di Amerika Serikat menerima pencangkokan hati karena mengalami kegagalan fungsi hati akibat virus tersebut.
From Watchtower Publications 22nd Apr, 2000







