Mengamati Dunia -13-
Akademi Ilmu Kesehatan Anak Amerika menyarankan agar anak-anak di bawah usia dua tahun tidak menonton televisi, lapor The Toronto Star. Riset tentang perkembangan awal otak menunjukkan bahwa bayi membutuhkan kontak langsung dengan orang tua dan orang lainnya yang merawat. Menonton televisi dapat ”menghalangi interaksi yang membantu perkembangan keterampilan sosial, emosi, dan kognitif mereka”. Akan tetapi, tidak semua pakar sependapat. Misalnya, Lembaga Ilmu Kesehatan Anak Kanada mengatakan bahwa menonton acara yang bermutu di bawah pengawasan orang-tua, maksimal selama 30 menit sehari, dapat memberi si anak ”kesempatan untuk diajar orang-tua”. Namun, kedua organisasi tersebut setuju bahwa anak kecil tidak boleh memiliki televisi atau komputer di kamar sendiri, dan bahwa TV tidak boleh digunakan sebagai pengasuh anak. Karena menonton televisi dapat mempengaruhi kesehatan anak, disarankan agar ”anak-anak diajak bermain di luar, membaca buku, bermain teka-teki atau permainan lain”.
Mengapa beberapa orang menjadi emosi atau bahkan beringas sewaktu bekerja? Menurut pakar psikologi dari Toronto, Sam Klarreich, alasannya mungkin bukan hanya stres, melainkan mudah terserang frustrasi. Ia yakin bahwa kondisi ini berkembang pada beberapa karyawan yang merasa ”dituntut untuk bekerja sangat keras dan mendapati imbalannya tidak sesuai dengan apa yang telah mereka berikan”, lapor surat kabar Globe and Mail. Klarreich memperingatkan bahwa kemarahan yang berkepanjangan merupakan ”emosi yang sangat tidak sehat” yang dapat mengakibatkan stroke atau serangan jantung. Ia menganjurkan para karyawan untuk belajar menerima frustrasi dan menemui majikan mereka, lalu dengan tenang mendiskusikan seberapa banyak pekerjaan yang secara realistis dapat mereka lakukan. Di pihak lain, Klarreich menasihati para majikan agar tanggap terhadap karyawan yang kelihatannya kehabisan tenaga dan segera memberi mereka bantuan tambahan, meringankan beban mereka, atau menyarankan agar mereka mengambil cuti.
Para ilmuwan menemukan bahwa bernyanyi dapat melepaskan bahan kimia di dalam otak yang membuat kita merasa rileks dan bahagia, lapor surat kabar Jerman, Stuttgarter Nachrichten. Para peneliti mengatakan bahwa bernyanyi dapat menggerakkan ”molekul-molekul emosi” di dalam otak. Jadi, ”bernyanyi dikatakan tidak hanya dapat mengekspresikan perasaan, tetapi juga dapat menciptakan perasaan”, kata laporan itu. Para guru musik memperhatikan bahwa banyak orang sekarang ini merasa bahwa bernyanyi itu ”ketinggalan zaman” atau merasa bahwa suara mereka tidak cukup bagus, maka mereka membiarkan nyanyian dan musik digarap oleh media hiburan saja. Tetapi, penelitian ini mengindikasikan bahwa orang akan mendapat manfaat kalau mereka sendiri yang bernyanyi.
Di beberapa negeri berbahasa Jerman, para petani mengeluh karena meningkatnya pencurian atas panenan mereka, lapor Siegener Zeitung. Para pencuri mengambil berember-ember mentimun dan memuati minibus dengan tumpukan asparagus. Dalam sebuah kesempatan, mereka mencuri 7.000 tanaman arbei. Meskipun beberapa mencuri karena situasi keuangan yang memburuk, ada yang melakukannya sebagai hobi. Para petani melaporkan melihat ”berbagai jenis mobil” di dekat ladang yang dijarah. Umumnya, ladang berlokasi jauh dari tempat tinggal pemiliknya, dan di tempat ini para pencuri menjadi semakin berani. Seorang konsultan menyarankan agar petani menutupi panenan dengan pupuk kandang sehingga pencuri enggan mengambilnya.
Menurut sebuah penelitian terbaru di Harvard University, para manula yang berpartisipasi dalam kegiatan sosial, seperti pergi ke gereja, restoran, pertandingan olah raga, dan bioskop, rata-rata hidup dua setengah tahun lebih lama daripada manula yang kurang bersosialisasi. Para ahli sudah lama memperkirakan bahwa bagian yang bersifat fisik dari kegiatan itulah yang membantu, kata Thomas Glass, dari Harvard, yang memimpin penelitian itu. Tetapi, ia menambahkan bahwa penelitian ini menghasilkan ”bukti nyata, yang mungkin paling kuat yang pernah kita miliki sampai sekarang, bahwa mempunyai tujuan yang penuh arti di hari tua dapat memperpanjang usia”. Glass menyimpulkan bahwa melakukan lebih banyak hal, apa pun itu, umumnya dapat memperpanjang usia.
From Watchtower Publications 8th Apr, 2000






