Mengamati Dunia -11-
Berjalan Supaya Sehat

Selain turut menurunkan berat tubuh dan mengurangi stres, berjalan juga menurunkan ”tekanan darah dan risiko terkena serangan jantung”, kata The Globe and Mail, dari Toronto. Supaya tetap sehat, dibutuhkan komitmen waktu. Seberapa banyak? ”Menurut Pedoman Kegiatan Fisik Hingga Kehidupan Sehat dan Aktif Kanada, jika Anda berjalan dengan langkah biasa, Anda perlu melakukannya selama total 60 menit sehari—dibagi per 10 menit.” Anda juga dapat menjaga kesehatan dengan jalan cepat atau bersepeda selama 30 hingga 60 menit sehari atau joging selama 20 hingga 30 menit sehari. Saran Globe, kenakanlah sepatu yang ringan dan dapat ”bernapas” serta bersol lentur, berpenopang lengkungan yang bagus, dalamnya berbantalan, dan memiliki cukup ruang untuk jari kaki.
”Mungkin dunia berada di ambang dekade ’bencana super’,” lapor World Press Review, berdasarkan artikel dalam Financial Times dari London. Setelah mengutip bencana alam seperti puting beliung dan gempa bumi, Federasi Internasional Lembaga-Lembaga Palang Merah dan Bulan Sabit Merah memperingatkan bahwa banyak penduduk rentan terhadap bencana. ”Dari 50 kota dunia yang paling pesat pertumbuhannya, 40 berada di kawasan gempa, dan setengah penduduk dunia tinggal di kawasan pantai, tidak terlindung dari naiknya permukaan air laut,” kata majalah itu. Tanda menyeramkan lainnya adalah bahwa meskipun bencana meningkat, pendanaan pemerintah untuk bantuan darurat malah merosot di banyak negeri.
”Kegelapan yang megah”. Itulah yang dikatakan penjelajah kutub asal Norwegia, Fridtjof Nansen, sewaktu melukiskan ”Mörketid”, atau saat manakala matahari sama sekali tidak terbit di Norwegia bagian utara. Selama dua bulan, hanya tampak pijaran merah keabuan selama beberapa jam pada tengah hari. Tetapi, tidak semua orang menyenangi masa kegelapan ini. Menurut surat kabar Ibbenbürener Volkszeitung, 21,2 persen penduduk Norwegia yang tinggal di luar lingkar kutub menderita depresi musim dingin. Kemungkinan penyebabnya adalah melatonin, suatu hormon yang dihasilkan di otak. Satu-satunya obat adalah cahaya. Akan tetapi, semakin banyak wisatawan tertarik mengunjungi lingkar kutub untuk menyaksikan kilauan aurora, pantulan cahaya bulan di atas salju, dan cahaya temaram di desa-desa yang tersebar.
From Watchtower Publications 8th Mar, 2000



