All Posts By

admin

Review: The Last Remnant

thelastremnant

Bagi para penggemar game RPG pasti kenal dengan Final Fantasy series. Game yang dirilis oleh Square Enix memang patut anda coba. The Last Remnant merupakan game RPG yang mengisahkan perjalanan Rush Sykes sang karakter utama dalam menyelamatkan keluarganya dan sekaligus mengungkap jati dirinya. Bagi yang telah mencoba game ini pasti mengganggap jalan ceritanya ada kemiripan dengan Final Fantasy series, tertuma yang ke-9.

Dari segi gameplay combat, The Last Remnant  menggunakan turn based system yang digabungkan dengan sistem gambit (tergantung command) sehingga serangan tidak spesifik seperti gameplay dari Final Fantasy 12. Selain itu, combat menggunakan serangan group dan bukan individu sehingga serangan disesuaikan dengan kelas dari leader dan terdapat parameter moral seperti Dynasty Warriors Series.

Review: Record of Agarest War

recordofagarestwar

Record of  Agarest War atau biasa disebut Agarest Generation of War adalah kombinasi gameplay JRPG (Japanese Role Playing Game) dan  penyajian cerita dalam bentuk Visual Novel  membuat seri game ini terbilang cukup unik.

Agarest War menceritakan tentang Leonheardt dan keturunannya dalam perjalanan untuk menyegel evil god yang menyebabkan peperangan di 5 kontinen Agarest. Dimana di tiap kontinen dibutuhkan sesorang yang harus dikorbankan untuk menjadi pilar penyegel .

Gameplay yang disajikan berupa stategic RPG  di mana posisisi sangat menentukan, salah satu fitur diantaranya serangan tiap karakter dapat dikombinasikan dengan menciptakan serangan unik (seperti di suikoden series) bakan skill ultmate pun dapat dikombinasikan. Dengan sistem AP (Action Point) yang mirip dengan game Front Mission  anda dapat menyerang selama AP masih tersedia.

Fitur lainnya adalah skill  customize dimana character tidak bergantung pada kelas dan dapat menggunakan magic atau healing skill sesuai slot element seperti fire, water, wind, dll.

Dari segi cerita, Agarest War disajikan dalam bentuk visual novel yang memberikan beberapa pilihan untuk urutan event yang berbeda. Jadi dengan demikian, plot cerita akan terkesan menjadi lambat sehingga bagi yang berniat mencoba game satu ini, siap – siap menghabiskan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Bagi yang berniat melanjutkan seri ini terdapat sekuel berikutnya yakni Agarest War Zero dimana save data game sebelumnya dapat di import.

Doa Shalat Tahajud

doashalattahajud
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ.اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَوْ لاَ إِلَهَ )غَيْرُكَ.(

Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati wal-ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu laka mulkus samaawaati wal-ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu anta nuurus samaawaati wal-ardhi, wa lakal hamdu anta malikus samaawaati wal-ardhi. Walakal hamdu antal haqqu, wawa’dukal haqqu, waliqaauka haqqun, wa qaulauka haqqun, waljannatu haqqun, wannaaru haqqun, wannabiyyuna haqqun, wa muhammadun haqqun, was saa’atu haqquun. Allaahumma laka aslamtu, wa bika amantu, wa’alaika tawakkaltu, wailaika anabtu, wabika khaasamtu, wailaika haakamtu, faghfirlii maa qaddamtu wa maa akhartu, wamaa asrartu wamaa a’alantu, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, laa ilaaha anta (ghairuka)”.

“Ya Allah, bagi-Mu lah segala puji, Engkau adalah pencipta langit dan bumi serta apa yang ada padanya. Bagi-Mu lah segala puji, Engkau adalah pemilik langit dan bumi serta apa yang ada padanya. Bagi-Mu lah segala puji, Engkau adalah cahaya langit dan bumi. Bagi-Mu lah segala puji, Engkau adalah raja langit dan bumi. Dan bagi-Mu ah segala puji, Engkau adalah yang Maha Benar, janji-Mu adalah benar, pertemuan-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, surga-Mu adalah benar, neraka-Mu adalah benar, nabi-Mu adalah benar, dan hari kiamat itu adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu lah aku berserah diri, kepada-Mu lah aku beriman, kepada-Mu lah aku bertawakkal, kepada-Mu lah aku kembali, kepada-Mu lah aku mengadu dan kepada-Mu lah aku berhukum. Oleh karena itu, ampunilah aku segala apa yang telah lalu dan yang akan datang, dan segala apa yang aku rahasiakan dan aku nampakan. Engkau adalah yang Maha Terdahulu dan Maha Akhir, tidak ada tuhan selain Engkau.”

(HR. Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Daud)


Catatan:

  • Doa ini bisa di baca di saat sujud atau sesudah selesai shalat.

Doa Shalat Jenazah


Bacaan shalat jenazah pada takbir pertama adalah isti’adzah atau ta’awwudz, Al-Fatihah, surat, serta shalawat. Dan pada takbir-takbir selanjutnya membaca doa-doa. Tidak ada ketentuan secara khusus tentang penempatan doa-doa yang manshus (diajarkan oleh Nabi saw.) pada ketiga tempat setelah takbir itu.

Dan hendaklah membaca doa-doa tersebut dengan ikhlas. Kecuali takbir, bacaan dan doa-doa pada shalat jenazah dibaca sir (dalam hati atau sangat perlahan hingga terdengar hanya oleh pembacanya). (Risalah Al-Janaiz, Ilmu dan Praktik, Bandung: Penerbit Tafakkur, 2006. Hal. 113). Membaca Surat pada shalat mayit hukumnya sunnat.

Keterangan:

  1. Shalat Jenazah dilakukan dengan 4 kali takbir dengan mengangkat tangan.
  2. Setelah takbir pertama, kita membaca al-fatihah dan shalawat. Ada juga yang berpendapat bahwa shalawat setelah takbir kedua.
  3. Perempuan juga dianjurkan untuk turut melaksanakan shalat Jenazah
  4. Jika tertinggal dalam shalat jenazah, maka tidak perlu menambah takbir langsung salam saja.
  5. Jika mayit laki-laki hendaklah berdiri di arah kepalanya. Dan jika mayitnya perempuan hendaklah berdiri diarah pusarnya.

1. Takbir Pertama

1.1 Isti’adzah atau Ta’awwudz

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A’uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim.

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”

أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ العَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

A’uudzubillaahis samii’il ‘aliim minasy syaithaanir rajiim.

“Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk.” (HR. Abu Daud)

1.2 Membaca Surat Al-Fatihah

1.3 Doa Shalawat

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shalaita ‘alaa aali ibraahim, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa barakta ‘alaa aali ibraahim fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah, berilah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau memberi shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berilah barakah kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau memberikan barakah kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

(HR. Muslim dan Ahmad)


2. Takbir Kedua

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ.

Allaahummaghfirlahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ madkholahu, waghsilhu bilma-i watssalji walbaradi, wa naqqihi minal khathaayaa kamaa naqaitats tsaubal abyadha minad danas, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihii, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabil qabri aw min ‘adzaabin naar.

“Ya Allah, ampunilah ia, kasihilah ia, maafkanlah ia, afiatkan ia, muliakanlah tempat persinggahannya, luaskanlah tempat masuknya. Dan cucilah ia dengan air, salju dan embun, dan bersihkanlah ia dari dosa-dosa sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari noda. Dan gantikanlah rumahnya lebih baik dari rumah (dunia)nya, keluarganya, pasangannya lebih baik dari rumah dunianya. Dan masukanlah ia kedalam surga, serta jagalah ia dari siksa kubur dan siksa neraka.”

(HR. Muslim, Nasa’i dan Ahmad)

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ.

Allaahummaghfirlahu warhamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafihi wa akrim nuzulahu wawassi’ madkholahu, waghsilhu bilma-i watssalji walbaradi, wa naqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad danas, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihii, wa zaujan khairan min zaujihi, waqihi min fitnatil qabri wa ‘adzaabin naar.

“Ya Allah, ampunilah ia, kasihilah ia, afiatkan ia, maafkanlah ia, muliakanlah tempat persinggahannya, luaskanlah tempat masuknya. Dan cucilah ia dengan air, salju dan embun, dan bersihkanlah ia dari dosa-dosa sebagaimana dibersihkan pakaian putih dari noda. Dan gantikanlah rumahnya lebih baik dari rumah (dunia)nya, keluarganya, pasangannya lebih baik dari rumah dunianya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka.”

(HR. Muslim, Nasa’i dan Ahmad)


3. Takbir Ketiga

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَ ذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ. اَللّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ.

Allaahummaghfir lihayyinaa washagiirinaa wakabiirinaa wadzakarinaa wa untsaanaa wasyaahidinaa waghaaibinaa. Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa-ahyihi ‘alal islaam, wa man tawaffaitahu minnaa fatawaafahuu ‘alal iimaan.Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa tudhillanaa ba’dahu.

“Ya Allah, ampunilah yang masih hidup diantara kami, yang telah mati, yang telah dewasa, yang masih kecil, laki-lakinya, perempuanya, yang hadir dan yang tidak hadir diantara kami. Ya Allah, orang yang Engkau hidupkan diantara kami, maka hidupkanlah dalam keadaan islam, dan orang yang Engkau wafatkan diantara kami, maka wafatkanlah dalam keadaan iman. Ya Allah, janganlah Engkau haramkan atas kami pahalanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami setelah itu.”

(HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)


4. Takbir Ke Empat

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبُّهَا وَأَنْتَ خَلَقْتَهَا وَأَنْتَ هَدَيْتَهَا لِلْإِسْلَامِ وَأَنْتَ قَبَضْتَ رُوحَهَا وَأَنْتَ أَعْلَمُ بِسِرِّهَا وَعَلَانِيَتِهَا جِئْنَا شُفَعَاءَ فَاغْفِرْ لَهَا

Allaahumma anta rabbuhaa wa anta khalaqtahaa wa anta hadaitahaa lil islaam, wa anta qabadta ruuhahaa wa anta a’lamu bisirrihaa wa ‘alaa niyyatihaa ji’naa syufa’aa-a faghfirlahaa.

“Ya Allah, Engkaulah Tuhannya, Engkaulah yang telah menciptakannya, Engkaulah yang telah memberinya hidayah kepada Islam, Engkaulah yang menggenggam ruhnya, dan Engkau Maha tahu akan rahasianya dan lahirnya (yang tampak darinya). Kami datang memohon syafa’at, maka ampunilah dia.”

(HR. Ahmad dan Abu Dawud)


5. Salam

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Assalaamu ‘alaikum warahmatullah.
“Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”

(HR. Ibnu Hibban)

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ.
Assalaamu ‘alaikum warahmatullah wabarakaatuh.
“Semoga keselamatan, rahmat, dan barakah Allah tercurah kepada kalian.”

(HR. Abu Daud)

IBX5B33DBBBCD643